Rabu, 19 Juli 2017

Pembentukan Tim Kerja

Tim Kerja (team work) adalah suatu kelompok orang yang bekerja sama secara tetap, teratur dan sesering mungkin untuk mencapai t ujua... thumbnail 1 summary



Tim Kerja (team work) adalah suatu kelompok orang yang bekerja sama secara tetap, teratur dan sesering mungkin untuk mencapai tujuan bersama.
Dengan dikenalinya karakteristik dari pekerjaan yang akan dikerjakan dan karakteristik dari individu-individu dari anggota tim, maka proses pembentukan tim harus mengacu pada keduanya dan yang berorientasi jangka panjang.
Walaupun telah ada proses pengenalan atas pekerjaan maupun ciri kepribadian anggota tim, untuk dapat menjadi tim tersebut sebagai tim kerja yang efektif tidaklah mudah. Untuk itu ada dua hal yang perlu diperhatikan dan diupayakan penciptaannya yaitu : adanya daya ikat (kohesi) dan daya padu di dalam tim kerja tersebut.

Daya ikat (kohesi) suatu tim  tumbuh dari pengalaman bersama seluruh aggota bekerja sebagai suatu kelompok dalam waktu yang cukup lama. Pengalaman yang cukup lama seperti itu memang akhirnya punya kecenderungan membentuk sikap yang menyesatkan (illusif) dengan embel-embel “semangat tim” (nama, lambang-lambang, dan kebanggaan-kebanggaan yang sengaja dibuat dan terkesan mengada-ada). Meskipun banyak contoh tim yang salah kaprah dan terlalu cepat mendewakan semangat kekompakan tim seperti itu, namun ia tetap dibutuhkan sampai batas tertentu dalam pembentukan suatu tim yang efektif.
Daya ikat rendah berarti bahwa setiap orang dalam tim tidak atau kurang merasa menjadi bagian dari yang lainnya dan merasa tidak perlu setia pada timnya. Sebaliknya daya ikat tinggi berarti bahwa setiap orang merasa senang menjadi anggota atau bagian dari yang lain dan sadar benar akan hal itu.
Daya padu (integrasi) suatu tim merupakan pengejawantahan dari penyatuan semua tujuan pribadi anggota tim yang khas menjadi suatu tujuan tim secara keseluruhan. Daya Padu Rendah berarti bahwa setiap anggota dalam tim yang bersangkutan merasa tidak memiliki ikatan dengan tujuan tim dan tidak mutlak harus mendukungnya serta boleh saja melakukan sesuatu yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan tujuan tim.  Sebaliknya daya padu tinggi berarti bahwa setiap anggota merasa terikat dan berkewajiban menunjang keberhasilan dan pencapaian tujuan tim.


Komunikasi Tim Kerja

Bekerja dalam tim yang penuh dengan keterbukaan dan komunikasi yang baik merupakan sebuah kelebihan dan menjadi suatu kepuasan tersendiri apabila pemikiran kita mampu untuk dicerna dengan baik dalam forum dan bersinergi antara satu dengan yang lainnya.
Namun untuk membangun sebuah tim yang solid dengan didukung komunikasi yang efektif perlu komitmen dan kesadaran antar masing-masing personil dalam tim. Apakah tim Anda bertindak seolah mereka hanya sekelompok orang yang berkumpul atau belum memiliki tujuan yang sama.

Berikut tips untuk membangun dinamika tim yang lebih baik:
1.        Cobalah untuk lebih tertarik dengan rekan tim. Ketika kita saling terbuka dan tertarik dengan rekan kerja, hal tersebut akan berdampak positif karena berhubungan langsung dengan hasil keseluruhan tim.  Meningkatkan ketertarikan antara satu sama lain seperti lebih mengenal hobby atau keluarga akan memberikan perbedaan yang cukup berarti bagi kinerja tim.
2.        Bertanyalah untuk mengklarifikasi. Menurut berbagai pendapat, penilaian, pengalaman dan penelitian komunikasi sulit dilakukan secara efektif bila dalam situasi yang bising. Pastikanlah untuk mendapatkan pesan dari rekan Anda secara lengkap dan jelas, apabila berasa kurang tidak ada salahnya untuk mengklarifikasi ulang agar tercipta persepsi yang jelas.
3.        Hormatilah rekan tim dalam berbagai hal. Setiap orang di dalam tim seharusnya memiliki tujuan yang sama.  Masing-masing orang datang dengan talenta dan kemampuan mereka masing masing untuk konstribusi tim, karena itu penting untuk saling menghormati kehebatan masing-masing rekan hari ini.
4.        Berikan penghargaan bahwa apa yang mereka lakukan benar Perhatikanlah hal-hal detil seperti ketepatan waktu, partisipasi dalam pertemuan, mengatur waktu dan berikanlah mereka pujian yang proporsional, tidak perlu berlebihan. Yang terpenting adalah mereka dapat mengetahui kita sebagai rekan kerjanya mampu memberikan apresiasi untuk setiap hal positif yang mendukung kinerja tim.
5.        Pastikan permintaan Anda jelas dan dimengerti. Komunikasi berkaitan erat dengan kebutuhan dan permintaan , ketika meminta sesuatu kepada rekan kerja pastikan komunikasi  tersebut didengar dan dipahami secara jelas. Hal tersebut dapat dipastikan dengan cara meminta mereka mengulangi apa yang Anda komunikasikan. Mungkin Anda akan terkejut dengan apa yang anda dengar. (zulkifli, 2010) (duniatraining, 2012) (User, 2015)

A.  Komunikasi dalam kerja tim
Self directed work team dapat menjadi dasar pembangunan organisasi untuk memastikankesuksesan dalam persaingan global yang dinamik. Keahlian komunikasi yang efektif termasuk kemampuan untuk memberi dan menerima kritikan yang membangun, mendengarkan secara seksama, memberikan / menyaampaikan pandangan/pemikiran kepada orang lain, dan menyediakan timbal balik yang berarti. Pembatas emosi (hambatan emosional) seperti ketidak amanan/sikap meremehkan orang lain dapat membatasi efektifitas tim. Batasan-batasan  adapt seperti penugasan, posisi/jabatan dan tanggung jawab dapat memisahkan pekerja dan management.

B. Tahap-Tahap Perkembangan Tim
1.      Pembentukan
Dalam tahap ini kelompok membentuk dan belajar tingkah laku apa yang dapat diterima oleh kelompok.
2.      Konflik,
Setelah anggota kelompok menjadi lebih nyaman dalam pergaulan, mereka mungkin menentang formasi struktur kelompok pada‘saat mereka mulai membuka kepribadian  individual.
3.      Pemantapan Norma.
Pada tahap ini, konflik yang muncul pada tahap sebelumnya sudah ditangani dan diharapkan sudah selesai. Kesatuan kelompok muncul ketika anggota menetapkan sasaran umum, norma dan peraturan dasar.


C. Karakteristik Tim
1.      Peran Kepemimpinan
Pemimpin formal sebuah tim ditunjuk atau dipilih. Pemimpin dalam tim harus dapat melepaskan lebih banyak kreaktivitas dan productivitas dan menghilangkan aspek otoriter dan lebih menggantungkan kepemimpinannya pada komitmen dan kepemimpinan alami sebagai kekuatan pengendali. 


EDIT OLEH: INDRIANI PRATIWI